Posted in Uang Kuno, uang kuno

Pecahan 10 sen seri ORI

Pecahan seri ORI (Oeang Republik Indonesia) memang sering menjadi kontroversi karena cukup dibilang lama dimana Negara Kesatauan Repoeblik Indonesia baru lahir. Mengganti dari Mata Uang Belanda ke Indonesia, Dari situlah sering terjadi kontroversi mengenai uang palsu yang beredar. Namun blogger nggak akan mempermasalahkan  mengenai Palsu atau tidaknya melainkan deskripsi uang Pecahan 10 sen seri ORI. berikut penjelasannya.

Pecahan 1 sen
Pecahan ini tidak memiliki nomor seri dan mempunyai dua variasi warna dasar yaitu violet dan hijau. Harga perlembar untuk kondisi UNC sekitar Rp. 5000,-

Lanjutkan membaca “Pecahan 10 sen seri ORI”

Posted in Uang Kuno

Pengertian Uang Rupiah

Pengertian

Rupiah adalah mata uang resmi Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama “perak“. Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank.Uang-Rupiah

Intro

Dalam kehidupan sehari hari kita melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan, diataranya jual beli. Dimana ada Si Penjual dan Pembeli. Lalu dalam konteks jual beli, kita menggunakan alat jual beli yaitu Uang. Uang adalah sebagai alat tukar untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan. Berikut sekilas informasi tentang uang khususnya untuk mata uang Indonesia yaitu Rupiah yang bisa ane bagi. Selamat menikmati :’)

Sejarah

Nama rupiah sering dikaitkan dengan rupee mata uang India, namun sebenarnya menurut Adi Pratomo, salah satu sejarawan uang Indonesia, rupiah diambil dari kata rupia dalam bahasa Mongolia. Rupia sendiri berarti perak. Memang sama dengan arti rupee, namun rupiah sendiri merupakan pelafalan asli Indonesia karena adanya penambahan huruf ’h’ di akhir kata rupia, sangat khas sebagai pelafalan orang-orang Jawa. Hal ini sedikit berbeda dengan banyak anggapan bahwa rupiah adalah salah satu unit turunan dari mata uang India. Rupee India sebenarnya juga dapat dikatakan sebagai turunan dari kata rupia itu sendiri, dengan begitu rupiah Indonesia memiliki tingkatan yang sama bukan sebagai unit turunan dari mata uang India tersebut.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945-1949. Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946. Pada masa awal, ORI dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain yang sangat sederhana dan menggunakan pengaman serat halus. Bahkan dapat dikatakan ORI pada masa tersebut merupakan mata uang yang sangat sederhana, seadanya, dan cenderung berkualitas kurang, apalagi jika dibandingkan dengan mata uang lainnya yang beredar di Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan tersebut, ORI beredar luas di masyarakat meskipun uang ini hanya dicetak di Yogyakarta. ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali dalam jangka waktu empat tahun antara lain, cetakan I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi. Lanjutkan membaca “Pengertian Uang Rupiah”

Posted in Batik Art

Batik Lasem Yang Masih Tertinggal

Perkembangan Batik Tulis Lasem dirasakan masih tertinggal dibandingkan perkembangan batik tulis lainnya. Sejauh ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan dengan Batik Tulis Pekalongan, Solo, dan Cirebon.

Batik Lasem

Ketiga batik itu, ujar Kabid Perindustrian pada Dinas Perindustian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Sudirman, sudah dikenal masyarakat luas. “”Kita butuh waktu untuk memperkenalkan Batik Lasem,”” ungkapnya, kemarin. Agar cepat dikenal, lanjutnya, Pemkab Rembang telah mengikuti beberapa pameran baik skala nasional maupun provinsi. Hampir setiap even pengenalan produk lokal, Pemkab Rembang selalu membuka stan sendiri untuk mengenalkan Batik Lasem. Lanjutkan membaca “Batik Lasem Yang Masih Tertinggal”

Posted in Batik Art

Ragam Hias Batik Lasem

 

Batik Lasem mempunyai ciri khas multikultural ­Jawa-Tionghoa yang ­kental. Pesonanya tampak pada warna-warni yang cerah serta motifnya yang khas.

Batik merupakan salah satu ciri khas budaya Indonesia. Dari motif dan warnanya, kita bisa tahu dari daerah mana batik itu berasal.

Di Lasem, Jawa Tengah, motif dan warna batiknya kental dengan ciri multikultural antara budaya Jawa dan Tionghoa. Lanjutkan membaca “Ragam Hias Batik Lasem”

Posted in Batik Art

Batik Cirebon

Batik Cirebon

Perancang busana dari Malaysia pun tak ketinggalan merancang gaun-gaun mewah dari kain motif megamendung. Rizalman Ibrahim, nama desainer tersebut. Ya, berkat megamendung, keindahan kain batik Cirebon kian bergaung ke segala penjuru negeri termasuk ke mancanegara.

Bicara tentang batik Cirebon, tentu tak adil jika hanya membicarakan motif megamendung. Masih banyak hal menarik seputaran batik Cirebon, diantaranya: Lanjutkan membaca “Batik Cirebon”

Posted in Batik Art

Batik Lasem

Banyak orang mengenal kota Rembang sebagai kota kelahiran pahlawan wanita Indonesia yang sungguh fenomenal, RA. Kartini. Sekitar 12 Km di timur kota Rembang, terdapat sebuah kota yang terkenal sebagai penghasil batik, yaitu Lasem.

Dibanding batik dari Yogyakarta, Solo, atau Pekalongan, nama batik Lasem memang belum terlalu menonjol. Namun jangan salah, keindahan batik Lasem begitu memikat.

Mau tahu lebih detil tentang batik Lasem? Simak yuk, beberapa uraian di bawah ini:

batik lasem

Sejarah batik Lasem

Menurut Babad Lasem karangan Mpu Santri Badra, keberadaan batik di Lasem bermula dari kedatangan Laksaman Cheng Ho pada tahun 1413 M. Anak buah Cheng Ho bernama Bi Nang Un turut menetap di Lasem bersama istrinya, Na Li Ni. Nah, dari kepiawaian tangan Na Li Ni inilah tercipta berbagai kain batik yang menjadi cikal bakal keberadaan batik Lasem. Lanjutkan membaca “Batik Lasem”

Posted in Batik Art

Sanggar Kreatifitas Setelah Batik

Pemandangan tidak seperti biasanya akan kita temukan di bengkel kerja KUB  (Kelompok Usaha Bersama) Jeruk, jika kita mengunjunginya setiap hari Minggu jam 09.00 WIB. Kalau di hari biasanya kita akan menjumpai ibu-ibu yang sedang membatik, namun kali ini kita dapat menyaksikan anak-anak kecil yang sedang berlatih membatik. Di Desa Jeruk terdapat dua kelompok Sanggar, selain yang di KUB juga ada pula kelompok yang di Dusun Gading, bertempat di rumah Ibu Maryati. Tidak kurang dari  6 anak setiap minggunya, mereka senantiasa aktif untuk mengikuti kegiatan di sanggar batik. Pemandangan serupa juga akan kita temukan di Tuyuhan, Warugunung dan Karaskepoh. Di Desa Tuyuhan dilaksanakan setiap hari Jumat jam 12.30 WIB bertempat di rumah Bapak Suparno, Kepala Desa Tuyuhan. Untuk Warugunung bertempat di  rumah Ibu Juniah, dilaksanakan setiap hari Minggu jam 09.00 WIB. Sedangkan untuk Karaskepoh seminggu dilaksanakan dua kali yaitu pada hari Minggu jam 10.00 WIB dan Jumat 12.30 WIB bertempat di rumah Ibu Siti.

Kegiatan sanggar batik tersebut merupakan hasil dari kerjasama antara pihak sekolah, desa dan masyarakat. Keterlibatan sekolah, dalam hal ini adalah Sekolah Dasar setempat mengingat para peserta kegiatan sanggar merupakan siswa usia pendidikan SD. Oleh karena itu pengarahan dan dukungan motivasi kepada peserta sanggar serta kerjsama antara pihak sekolah dan sanggar menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sanggar. “Biar bagaimanapun, kalau Bapak/Ibu guru yang memberikan arahan tentunya para murid akan termotivasi untuk ikut kegiatan di sanggar” demikian penuturan Juniah, salah seorang pengasuh sanggar batik di Warugunung.

Peran masyarakat dan kepedulian masyarakat menjadi modal utama untuk pembangunan. Di tengah gelombang merosotnya moralitas dan mentalitas bangsa ini, keberadaan sanggar batik diharapkan mampu menanamkan spirit untuk melestarikan kebudayaan lokal, mengembangkan etos kerja yang tinggi, membangun rasa kepedulian sosial dan penghargaan terhadap sesama. Setidaknya sepirit itu nampak dari kiprah para pengasuh sanggar yang meski tidak diberi imbalan, mereka dengan penuh perhatian memberikan ilmunya dalam membatik kepada anak-anak peserta sanggar. Maryati, dia mengakui kalau pengabdiannnya dalam mengasuh sanggar batik tidak mengharapkan imbalan apa-apa, dia hanya ingin melihat desanya menjadi lebih maju, “ Kalau bukan kita yang mau mengajarkan batik kepada anak-anak, siapakah yang akan melestarikan batik?” demikian dia menambahkan.  Semangat pengapdiannya itu juga menular pada kedua anaknya, Siti Khanifah dan Dwi Anggraeni.  Siti Khanifah yang sekarang duduk di kelas 2 SMA sudah mula belajar untuk mengembangkan pola batik, dan bahkan bersama adiknya (Dwi Anggraeni) dan anak-anak sanggar Dusun Gading juga mulai untuk mengolah kertas bekas menjadi kerajinan.

Lanjutkan membaca “Sanggar Kreatifitas Setelah Batik”

Posted in Batik Art

Robot Pembatik Ciptaan Guru SMK

Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman.  Agus Martoyo, guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini berhasil menciptakan robot pembatik yang mampu mempercepat proses pembuatan pola batik tulis dengan hasil produksi lebih tinggi dibanding proses manual.  Robot pembatik ini bahkan mampu melukis aneka motif batik tulis layaknya tangan-tangan terampil pembatik handal.

“Robot itu kami namakan Robotika Machine 7NG-1110. Ini kami buat untuk mempercepat proses membuat pola secara langsung di atas kain tanpa menggunakan alat gambar manual,” kata Agus Martoyo, guru mata pelajaran Elektronika dan Mesin SMKN 1 Kota Tegal di pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 2011 di Alun-alun Kota Tegal, Minggu. Lanjutkan membaca “Robot Pembatik Ciptaan Guru SMK”

Posted in Batik Art

Belajar membatik di Rumah Batik Nusantara

Tanggal 23 Desember kemarin saya dan anak-anak, ikutan acara belajar membatik  yang diselenggarakan milis Sekolah Rumah dan komunitas homeschooling Berkemas. Inilah pertamakalinya saya berkenalan langsung dengan para praktisi HS dan HSer. Senang sekali rasanya bertemu mereka, mereka yang biasanya saya tatap di layar komputer, yang artikel-artikelnya banyak menginspirasi saya untuk meng HSkan anak-anak saya, sungguh saya kagum banget seperti ketemu selebriti idola gimana… gitu.  Lanjutkan membaca “Belajar membatik di Rumah Batik Nusantara”
Posted in Batik Art

Batik Fraktal IACI

Jika “batik” merupakan seni budaya tradisional Indonesia yang dikerjakan dalam proyek kriya tradisional secara turun-temurun, maka “fraktal” adalah sebuah bentuk karya yang muncul dari perkembangan lanjut geometri kontemporer. Keduanya berbicara tentang bentuk dan upaya “pengisian ruang yang kosong” dalam bidang dua dimensi yang diciptakan secara generatif dan iteratif. Generatif karena ia dapat dikonstruksi ulang dengan teknik yang sama, dan Iteratif karena cara mengkonstruksinya dilakukan dalam pola pseudo-algoritmik yang mirip secara berulang.

“Batik Fraktal” (CFB=computational fractal batik) adalah bentuk konstruksi yang mengakuisisi keduanya: antara tradisi Indonesia dan tradisi matematika Barat yang dilakukan secara komputasional. Desain kriya yang lahir dari tangan pembatik ditiru dalam teknik komputasional melahirkan tak terbatasnya inovasi kreasi dari apa yang disebut sebagai Batik. Lanjutkan membaca “Batik Fraktal IACI”