Posted in Batik Art

Belajar membatik di Rumah Batik Nusantara

Tanggal 23 Desember kemarin saya dan anak-anak, ikutan acara belajar membatik  yang diselenggarakan milis Sekolah Rumah dan komunitas homeschooling Berkemas. Inilah pertamakalinya saya berkenalan langsung dengan para praktisi HS dan HSer. Senang sekali rasanya bertemu mereka, mereka yang biasanya saya tatap di layar komputer, yang artikel-artikelnya banyak menginspirasi saya untuk meng HSkan anak-anak saya, sungguh saya kagum banget seperti ketemu selebriti idola gimana… gitu. 
Acaranya seru dan menyenangkan, rasanya perjalanan jauh dari Tangerang-Kali Malang yang hampir 3 jam tidak sia-sia. Tadinya sempat ragu karena jarak yang lumayan jauh dan saya tidak terbiasa bawa anak-anak naik bis jauh-jauh. Tapi Bismillah… nekad ajalah..eh ternyata alhamdulillah anak-anak suka dan tidak mengeluh sepanjang perjalanan pergi-pulang.
Acara intinya sendiri dimulai pukul 13.00, dimulai dengan penjelasan pengantar tentang proses membatik. Setelah itu, anak-anak  bisa langsung mulai proses belajarnya.
1. Menggambar pola
syamil dan ninis sedang menjiplak pola diatas kain
Kegiatan pertama yang dilakukan anak-anak adalah menggambar terlebih dulu pola batik di atas kain putih. banyak gambar-gambar yang sudah disediakan, baik motif batik maupun gambar sederhana seperti pesawat, ikan, kupu-kupu, dinosaurus, dan lain-lain. Anak-anak belajar menjiplak gambar pilihannya dengan pensil atau membuatnya sendiri tanpa menjiplak di atas kain.
2. Melukis dengan canting

   Syamil dan  Ninis sedang melukis dengan canting
Setelah pola gambar selesai, kain kemudian dijepit dengan penjepit  berbentuk lingkaran  agar memudahkan anak melukisnya. Setelah itu, mulailah proses membatik alias melukis dengan lilin yang dipanaskan. Di sini, anak-anak belajar mengikuti pola yang sudah mereka buat sebelumnya. eh ternyata susah lho nggak semudah yang kami kira, belum lagi kalau cantingnya macet atau bocor, lilinnya jadi berceceran dan gambarnya pun jadi agak berantakan. seperti yang dialami Ninis yang sempat ngambek karena cantingnya bocor.
3. Diberi motif di pinggiran kain
Setelah selesai melukis motif dengan lilin, kain itu kemudian dibuatkan polanya di pinggirnya menggunakan parafin dengan alat kuas. Proses ini sebenarnya sama seperti melukis dengan lilin tadi. Hanya saja, sekarang dibuat dengan kuas.motifnya ada yang persegi, lingkaran dan bergelombang
4. Mencelup/mewarnai 
Tahapan selanjutnya adalah mewarnai. Sebelum kain dicelup ke pewarnai, bagian pinggir yang sudah dibuat dengan parafin tadi harus diremas-remas dahulu agar ada retakan sehingga nantinya bisa dimasuki warna dan membentuk pola yang bagus. Kain kemudian dimasukkan ke ember yang sudah diberi garam warna. Setelahnya dimasukkan dimasukkan air bersih untuk dibilas.
5. Merebus kain 
Proses selanjutnya yang dilakukan adalah  merebus kain hingga lilinnya larut dan luruh dari kain. Kain yang sudah selesai direbus itu kemudian dicuci dengan air dingin dan digosok-gosok dengan tangan untuk memastikan seluruh lilinnya lepas.
6. Mengeringkan kain
Tahapan terakhir adalah menjemur kain hingga kering. namun anak-anak tampaknya tidak sabar untuk beraksi dengan karya mereka. dalam keadaan masih basah mereka berfoto sama-sama.Proses yang dijalani anak-anak itu tentunya sangat sederhana dan memang sengaja disederhanakan. Namun tentu menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi mereka.
Kegiatan ini tentu juga sangat menyenangkan buat saya selaku pendatang baru di HS. bertukar pikiran dengan para praktisi senior tentu membuat saya semakin merasa yakin dan tercerahkan. bahwa HS is the better way for education. There’s no school like home!

Syamil, Ninis dan Homeschooler lainnya sedang memamerkan hasil karya mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s