Posted in Batik Art

Pesona Batik Tulis

Oke lah…… keliling dunia kali ini, akan menampilkan catatan yang agak berbeda

Biasanya saja jalan-jalan ke Korea…..hahahaha….*ngarep.mode on

Kemarin saya berkeliling daerah Malioboro di Jogjakarta

Sebenernya sih sudah biasa main kesana……tapi yang istimewa dalam perjalanan kali ini

Saya belajar membuat batik……*horaayyyy


Ngobrol-ngobrol sama ibu yang pekerjaan sehari-harinya membuat batik

Wih seru lhooo……..^_^

*memang sih saya ini agak ketinggalan zaman, wong batik sudah ada dari dulu, tapi kenapa belajarnya baru sekarang….hew…@_@

Pertama-tama saya belajar tentang tata peletakan kain, cara memegang canthing, dan cara-cara melukiskan “malam” (lilin cair) di atas kain.

Pada dasarnya pemberian “malam” ini dimaksudkan untuk menyelamatkan warna, sehingga ketika dilakukan pencelupan, kain yang ditulisi dengan “malam” akan terlidung dari proses pewarnaan tersebut

Oke…..disini bisa dilihat contoh batik yang sedang diproses

Di mulai dari kotak yang paling atas, kain polos , kemudian kotak dibawahnya kain mulai di batik dengan menggunakan “malam”, kotak ketiga dilakukan proses pembuatan pola batik secara keseluruhan, kemudian di kotak keempat dilakukan proses pewarnaan kain dengan warna hitam, kemudian di kotak kelima dilakukan proses pembuangan “malam” pada titik tengah pola batik untuk dilakukan pewarnaan selanjutnya (coklat), dan di kotak keenam dilakukan proses pewarnaan kain dengan warna coklat, setelah selesai di kotak ketujuh dilepaslah semua “malam” yang menempel

Agak rumit ya membuatnya…..maka dari itu biasanya harga 1 kain batik tulis bisa berkisar 500.000 sampai 1 juta rupiah.

Kemudian saya mulai belajar mengenal pola batik

Sebelum saya tahu akan arti pola-pola batik, pola yang paling saya sukai adalah pola Parang Rusak

Pola Parang Rusak


Menggambarkan senjata, kekuasaan, dan ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya

*setelah tahu filosofinya….saya jadi agak ngeri…hehehehe….^_^…tapi tetap suka dengan pola itu

Pola Truntum


Menggambarkan penuntun, biasanya dipakai oleh orang tua yang menikahkan anaknya, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin

Pola Sido Mukti


Menggambarkan kehidupan yang berkecukupan dan kebahagiaan

Pola Parang Kusumo


Menggambarkan keindahan untuk si pemakainya…..*kusumo artinya bunga

Pola Kawung


Melambangkan keperkasaan  dan keadilan, biasanya dipakai oleh Sri Sultan

Pola Ciptoning


Melambangkan kebijaksanaan dan diharapkan orang yang memakainya bisa memberikan arahan jalan yang benar

Pola pamiluto


Melambangkan ketertarikan…..*pulut = perekat

Pola Nitik Karawitan


Diharapkan orang yang memakainya menajdi bijaksana

Pola Tambal


Melambangkan semangat baru, so klo ada yang sakit biasanya dipakaikan supaya cepat sembuh

***

Hmmm…….apakah anda tertarik untuk belajar lebih lanjut?

Dating saja ke Jogjakarta, dan mampir di Toko Batik Setaman

Saya belajar disana gratis, tapi hanya 1 jam saja….^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s