Posted in Galery Lasem

Surat Terbuka bagi Mahasiswa yang Pulang Kampung

Bagi mereka yang tengah kuliah, ini adalah masa liburan. Biasanya beberapa kawan, sanak, atau tetangga kita asal Kecamatan Sedan ini, memanfaatkannya untuk pulang. Kepada kalian yang akan merencanakan pulang kampong, saya ucapkan selamat jalan. Saya doakan, semoga sampai peraduan orang tua dengan selamat, melewati perjalanan indah nan lancar.

Hm.. mungkin harus sedikit bersabar bagi yang melalui Jalan Pantura.  Karena jalan Daendels itu tengah menderita, sekujur tubuhnya bonyok, koyak, dan penuh lubang. Bus Sinar Mandiri yang konon terbiasa gerak cepat, juga terpaksa harus turut merangkak. Ya. Semoga selamat sampai tujuan. Jangan lupa membawa kabar baik untuk Ayah dan Bunda, atau Bapak dan Emak. Kalau kantongmu lagi tebal, bawalah sedikit oleh-oleh untuk adik, kakak atau teman.

Kawan, kalian kini mahasiswa. Lihatlah sedan sebagai desa yang penuh potensi; desa yang membesarkan kalian; desa tempat kalian dulu merajut pengharapan; desa yang memberikan segalanya untuk bekal hidup kalian. Bagaimanapun, kalian mungkin tidak akan mendapatkan suasana sedamai desa Sedan, sekalipun itu diperbandingkan dengan kepulaan Karibia yang konon begitu segar. Maka hidupilah desa ini sebaik-baiknya.

Sesekali tengoklah adik-adik kalian. Taukah! Mereka sebetulnya sangat mengidolakan kalian. Mereka selama ini melihat kalian sebagai sosok yang bisa diandalkan. Mereka memutuhkan dorongan untuk terus meraih apa yang kalian raih, kawan. Mereka adalah potensi. Lihatlah potensi-potensi itu agar masa depannya seterang kalian. Ya, engkau sosok yang selama ini mereka kagumi. Ingat itu.

Selama di kampung, jangan lupa bertandang ke rumah teman atau saudara dekat. Mereka tentu sangat merindukan kalian. Jangan sampai mereka menganngap engkau telah melupakan mereka. Itu buruk, kawan. Merekalah yang selama ini turut membesaranmu; mereka yang selama ini memberikan dorongan kepada dirimu; mereka yang selama ini memikirkanmu ketika engkau tengah bergelut dengan duniamu di perantauan. Bahkan ketika kalian tidak mengingat rumah, mereka selalu teringat kalian. Mereka sering menceritakan kepada orang lain tentang kalian. Mereka bangga denganmu, kawan.

Oya… Ini yang tak boleh ketinggalan. Bagi yang kalian yang suka ngopi, tentu kalian rindu untuk ngopi di kedai-kedai kawasan sedan. Jujurlah, kopinya terlalu nikmat untuk dilupakan, bukan? Kalian pasti menyesal kalau agenda ini terlewatkan. Ingatlah kawan, bagi kita warg sedan, kedai kopi bukan sekedar menjajakan uang atau nongkrong sembarangan. Kedai kopi adalah apa yang dikatakan Habermass, seorang filosof asal jerman, sebagai the real public sphere. Sebuah ruang publik dimana kita bisa berbagi informasi dan gagasan. Di sini kalian bisa melakukan apapun dalam suasana yang sangat egaiter. Apapun itu, mulai cari curhat, mengenang masa lalu, sampai membincangkan proyek bisnis bersama kawan-kawan, bisa kalian lakukan. Juga dari kedai-kedai mungil itulah kalian bisa mereguk informasi terkini mengenai desa yang kita cintai ini. Selamat menikmatinya, jangan lupa leletkan racikan kopi bercampur susu di sekujur rokok yang kamu pegang. Yakinlah, itu akan membuatmu melayang :D

Cukup itu saja pesanku. Pesan seorang warga sedan, kepada saudaranya yang akan pulang. Kalau kau punya kamera dan ahli memotret, kau bisa memotret lokasi yang menurutmu unik dan bersejarah. Atau engkau suka menulis, ceritakan pengalamanmu ketika di sedan. Percayakan padaku, kirim melalui email sedanonline@gmail.com, kita akan bersama-sama merekam desa sedan dalam foto dan tulisan, sekaligus bersama-sama menampilkanlah pesona sedan melalui blog ini.

Salam. Selamat Jalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s