Posted in Galery Lasem

Sejarawan di Rembang Rekomendasikan Lasem sebagai Kota Cagar Budaya

Masyarakat Sejarawan Indonesia Kabupaten Rembang bersama puluhan guru se-Kabupaten Rembang menyusuri Sungai Lasem di Kecamatan Rembang, Jawa Tengah. Mereka berupaya menginventarisasi jejak-jejak sejarah di sekitar sungai tersebut dan bakal merekomendasikan kota tua Lasem dan Sungai Lasem sebagai Kota Cagar Budaya (heritage town).

Dalam kegiatan bertema ”Menyusur Sungai, Meretas Sejarah Cina di Lasem” itu, Minggu (29/11), Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Rembang mencatat sembilan jejak sejarah di bantaran Sungai Lasem. Jejak sejarah yang dimaksud adalah Klenteng Makao, bekas pelabuhan Dasun, Masjid Tiban, parit jalur candu, kembatan lori pengangkut kayu, bekas permukiman China, galangan kapal, bekas pos pengawasan laut, dan situs tambak bathuk mini.

Hal lain yang juga ditemukan dalam penyusuran tersebut adalah sejumlah keprihatinan lingkungan. Misalnya, hampir di setiap bantaran sungai terdapat WC liar dan tempat pembuangan sampah, penumpukan sawah di sungai, hutan mangrove yang kian menipis, serta sedimentasi muara sungai.

Sejarawan Rembang, Slamet Widjaja, mengatakan, masyarakat sekitar Sungai Lasem dan pemerintah kurang peduli terhadap potensi sejarah sungai itu. Mereka tidak pernah merawat dan berupaya melestarikan situs-situs sejarah yang ada.

”Padahal, situs-situs itu merupakan saksi bisu sejarah sekaligus dapat menjadi tempat studi konkret yang melengkapi teori sejarah yang diberikan di sekolah. Sayang kalau tidak dilestarikan, bisa-bisa generasi selanjutnya dapat kehilangan informasi sejarah itu,” ujar Slamet.

Arsitek dan perencana lingkungan binaan asal Semarang, Widya Wijayanti, yang mengikuti kegiatan tersebut mengusulkan agar pemerintah, melalui MSI Rembang, mengusulkan Sungai Lasem dan kota tua Lasem menjadi kota pusaka. Alasannya, di bantaran sungai dan kota tua terdapat bangunan-bangunan bersejarah yang mempunyai nilai tinggi, baik di bidang arsitektural maupun sejarah.

Dalam kaitan itu, Ketua Umum MSI Rembang Edi Winarno mengatakan, pihaknya berencana membuat rekomendasi untuk mengemas Sungai Lasem dan kota tua Lasem sebagai kota wisata. Potensi wisata itu beragam, yaitu wisata batik Lasem, susur Sungai Lasem, dan mengunjungi atau mempelajari bangunan-bangunan bersejarah. ”Kami akan memulai dengan rekomendasi tentang pembenahan lingkungan sungai dan kota tua yang kotor,” katanya. (HEN)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/30/08411772/Sejarawan.di.Rembang.Rekomendasikan.Lasem.sebagai.Kota.Cagar.Buda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s