Posted in Batik Art

Tanda Mata dari Pekalongan

Kalau menghadiri undangan, busana batik adalah pilihan paling banyak. Namun mengingat suami saya orang yang banyak bergerak, ia sering merasa tidak nyaman dengan batik tangan panjang yang mengilap._

Alhamdulillah, suatu ketika sepulang dari Pekalongan, kakak saya menghadiahkan baju ini. Kemeja yang cenderung simpel, kadang-kadang dikenakan juga oleh suami ke acara semi formal. Motifnya benar-benar sederhana, sesuai kesukaan beliau yang tidak suka terlalu banyak pernik.

Foto ini diambil ketika lampu dalam lemari masih berfungsi, sekarang sudah putus akibat mati listrik beruntun minggu lalu. Mengapa harus diberi lampu? Karena rumah kami sangat lembap dan pakaian selalu terasa dingin setelah disetrika sekalipun:D

Photo dan artikel kiriman dari Rini Nurul Badariah di Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s