Posted in Batik Art

William Kwan HL Mempopulerkan Kembali Batik Lasem

Kalau kita bicara tentang batik maka ingatan kita tertuju pada batik Yogyakarta dan Solo. Padahal kita memiliki banyak sekali ragam batik di seluruh pelosok Indonesia. Inilah sebabnya mengapa kami undang William Kwan, pemrakarsa bangkitnya kembali batik Lasem di Indonesia. Selain giat melakukan program revitalisasi budaya batik Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dia juga menaruh perhatian pada batik-batik lain di seluruh pelosok Indonesia. William Kwan adalah Direktur Institut Pluralisme Indonesia (IPI) dan alumnus Universitas Kristen Satyawacana di Salatiga. Kemudian dia mengambil Economic Development di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat.

Menurut William Kwan, di batik Lasem ada pengaruh interaksi lintas budaya. Terlihat dari multikultur desainnya. Batik Lasem merupakan perpaduan antara batik China dan Jawa. Dulu industri batik Lasem merupakan industri besar, tapi kemudian merosot sehingga dia berpikir, “Kok bisa ya, batik ini diterlantarkan.” Hal itu yang kemudian mendorongnya untuk mengangkat kembali batik Lasem.

William Kwan mengatakan upaya yang dilakukannya sederhana yaitu dengan pemberdayaan para perempuan pembatik untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan pembatik di Lasem. Awalnya, seorang perempuan pembatik diberi motivasi dan ditingkatkan kemampuan teknis dan manajemen. Juga diajarkan bagaimana dinamika kelompok bahkan sampai mempelajari apa yang disebut dengan modal sosial untuk mengembangkan jaringan-jaringan. Dengan cara begitu akhirnya sekarang mereka pelan-pelan sudah dapat bergerak. Menurut dia, langkah tersebut bisa juga dipakai untuk merevitalisasi batik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s